WHAT'S NEW?
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Algoritma. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Algoritma. Tampilkan semua postingan
Sumber : http://www.twitterpowersystem.com/images/blog/search.jpg

Searching

Searching di dalam AI (Artificial Intelligence) adalah salah satu metode penyelesaian masalah dengan pencarian solusi pada suatu permasalahan yang dihadapi. Teknik searching terbagi menjadi dua, yaitu :
  1. Blind Searching
  2. Heuristic Searching

Blind Searching

Blind searching adalah model pencarian buta atau pencarian yang tidak memiliki informasi awal, model pencarian ini memiliki tiga ciri-ciri utama yaitu :
  1. Membangkitkan simpul berdasarkan urutan
  2. Jika ada solusi maka solusi akan ditemukan
  3. Hanya memiliki informasi tentang node yang telah dibuka, (node selanjutnya tidak ddiketahui)
Ada beberapa algoritma pencarian buta diantaranya BFS (Breadth First Search), DFS (Depth First Search), dan UCS (Uniform Cost Search).

Heuristic Searching

Heuristic searching merupakan metode pencarian yang memperhatikan nilai heuristik (nilai perkiraan). Teknik pencarian heuristik merupakan suatu strategi untuk melakukan proses pencarian ruang keadaan (state space) suatu problema secara selektif, metode ini melakukan proses pencarian di sepanjang jalur yang memiliki kemungkinan sukses paling besar dan mengesampingkan usaha yang memiliki kemungkinan hasil minim dan memboroskan waktu. Heuristik adalah sebuah teknik yang mengembangkan efisiensi dalam proses pencarian, namun dengan kemungkinan mengorbankan kelengkapan (completeness).

Heuristic search memperkirakan jarak menuju goal (yang disebut dengan fungsi heuristik). Fungsi heuristik ini digunakan untuk mengevaluasi keadaan-keadaan problema individual dan menentukan seberapa jauh hal tersebut dapat digunakan untuk mendapatkan solusi yang diinginkan.

Jenis-jenis heuristic searching :
  1. Generate and Test
  2. Hill Climbing
  3. Best First Search
  4. Alpha Beta Prunning
  5. Means-End-Analysis
  6. Constraint Satisfaction
Sumber : http://ndoware.com/wp-content/uploads/2009/06/khuwarizmi.jpg

Ditinjau dari asal-usul katanya, kata Algoritma mempunyai sejarah yang cukup unik. Orang hanya menemukan kata algorism yang berarti proses menghitung dengan angka arab. Orang yang menghitung dengan menggunakan angka arab dinamakan algorist. Para ahli matematika berusha menemukan asal kata ini hingga akhirnya di dapat fakta bahwa asal kata algoritma diambil dari nama penulis buku yang berjudul "Al-Jabar Wal Muqobala" yaitu Abu Ja'far Muhammad Ibnu Musa Al-Khowarizmi. Al-Khowarizmi oleh orang barat dibaca menjadi Algorism.

Al-Jabar Wal Muqobala berarti Buku Pemugaran dan Pengurangan (The Book of Restoration and Reduction). Dari judul buku tersebut kita juga memperoleh akar kata "Aljabar" (Algebra). Perubahan kata dari algorism menjadi algorithm muncul karena kata algorism sering dikelirukan dengan arithmetic, sehingga akhiran -sm berubah menjadi -thm. Karena perhitungan dengan angka Arab sudah menjadi hal yang biasa, maka lambat laun kata algorithm berangsur-angsur dipakai sebagai metode perhitungan (komputasi) secara umum, sehingga kehilangan makna kata aslinya. Dalam Bahasa Indonesia, kata algorithm diserap menjadi algoritma.